Berita Duka Cita PWK Unpas

(Bandung, 24 Juni 2021) Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota tengah berduka atas meninggalnya Bapak Endang Hadiansyah, ST., M.E. pada Hari Rabu Tanggal 23 Juni 2021 pukul 10.00 WIB. Beliau adalah dosen yang mendedikasikan pengetahuan dan pengalamannya di bidang ekonomi wilayah dan kota dalam konteks penataan ruang. Disamping itu juga sebagai penggagas pemodelan penataan ruang yang merupakan mata kuliah relatif baru berorientasi Big Data yang merupakan flatform pembelajaran abad 21. Seluruh civitas akademika merasakan duka cita yang mendalam antara lain sahabat-sahabat dosen, karyawan, dan mahasiswa termasuk alumni. Selamat jalan Pak Endang!!…..semoga Alloh SWT senantiasa meridhoi semua bakti mu pada pengetahuan dan ilmu dan menjadi amal jariyyah. Allohumagfirlahu warhamhu waafihii wa’fuanhu  (#adminpwk).

PWK Unpas turut mensukseskan Program MB-KM yang digulirkan PPSDM Kementerian Agraria Tata Ruang/BPN

(Semarang, 27-28 April 2021) Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota Unipas diundang oleh PPSDM Kementerian ATR dalam rangka sosialisasi Program Magang PPSDM Kementerian ATR/BPN yang diselenggarakan pada tanggal 27-28 April 2021 bertempat di Gumaya Tower Hotel Semarang, Jawa Tengah. Peserta yang diundang adalah diantaranya sekitar 18 Program Studi PWK (S1) dimana yang berlokasi di Jawa Barat diantaranya adalah ITB dan Unpas, para kepala dinas PUPR Provinsi, Kabupaten/Kota yang tahun ini akan menyelesaikan RDTR-OSS (Online Single Submission). Kegiatan yang berlangsung selama 2 hari ini dibuka oleh Dirjen Penataan Ruang Kementerian ATR/BPN yaitu Dr. Ir. Abdul Kamarzuki, MPM dan melibatkan Ketua ASPI (Asosiasi Sekolah Perencanaan Indonesia) Dr. Agr. Iwan Rudiarto, ST, M.Sc.

Serangkaian kegiatan program magang PPSDM Kementerian ATR/BPN ini direncanakan dilakukan selama 8 Bulan sejak pendaftaran, pengumuman, pelatihan, pelaksanaan dan penilaian magang dari Mei sampai dengan Desember 2021. Mahasiswa yang melaksanakan magang melaksanakan pekerjaan di dinas PUPR sebagai OPD (Organisasi Pengampu Daerah) yang menyusun RDTR-OSS dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan. Sementera itu hadir dalam acara sosialisasi dan persiapan program Magang Kementerian ATR, Ketua Program Studi PWK Unpas Deden Syarifudin, ST., MT. Menurutnya program magang Kementerian ATR ini merupakan terobosan baik untuk mendekatkan mahasiswa sebagai calon lulusannya kepada dunia nyata pekerjaan perencana/planner.

Program Studi PWK Unpas menyembut baik kegiatan tersebut, direncanakan ada 26 mahasiswa yang tertarik dan mengisi formulir online program magang. Menurut Deden , program ini merupakan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengasah keterampilannya menyusun RDTR, kemampuan bekerja multidisiplin ilmu di OPD-nya, kemampuan beradaptasi dalam pekerjaan dan melatih sikap. Pada akhir kegiatan mahasiswa mendapatkan penilaian dari pembimbing OPD dan pembimbing dari prodi yang akan diterbitkan oleh Kementerian ATR selain juga mendapatkan sertifikat.

Di PWK Unpas sendiri nilai yang diterima mahasiswa dari kementerian ATR akan di konversi ke dalam mata kuliah yang dikontrak oleh mahasiswa yaitu sebanyak 20 SKS. Sertifikat akan direkognisi sebagai protofolio untuk Surat Keterangan Pendamiping Ijazah (SKPI) dan fortofolio melaksanakan sertifikasi BNSP P1 Skema Perencanaan Wilayah dan Kota.

Dengan program magang Kementerian ATR/BPN ini, PWK Unpas diharapkan mempersiapkan diri dalam menjawab kepercayaan yang diberikan diantaranya mempersiapkan mahasiswa baik hard skill dan soft skill, disamping juga mempersiapkan pembimbing dalam kegiatan magang ini. Dukungan dari Fakultas Teknik, Universitas Pasundan juga sangat menyambut baik dalam mensukseskan MB-KM termasuk juga program magang yang digulirkan oleh Kementerian ATR/BPN. Dengan demikian kesiapan dan persiapan terus dilakukan dalam rangka mempersiapkan mahasiswa dalam menyusun struktur dan kelengkapan data RDTR di pemerintah daerah yang menyusun RDTR dimana mahasiswa ditempatkan nantinya (#adminpwk).

Dosen PWK Unpas membimbing mahasiswa kampus mengajar program mb-km

(Bandung, 20 Maret 2021) Salah satu dosen Program Studi PWK Unpas Apriadi Budi Raharja, ST., M.Si dinyatakan sebagai pembimbing program kampus mengajar yang merupakan salah satu bagian dari Program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MB-KM) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nasional pada Direktorat Simbelmawa. Apriadi membimbing sekitar 7 mahasiswa peserta kampus mengajar dari beberapa perguruan tinggi seperti UPI, Universitas Katholik Parahyangan, dan Universitas Galuh. Dalam program ini mahasiswa melaksanakan kegiatan diluar kampus yakni mendapatkan pengalaman dalam mengajar selama satu semester di Sekolah Dasar maksimal akreditasi C. Program yang dilaksanakan oleh mahasiswa yang dibimbingnya sebagaimana dijelaskan Apriadi adalah bukan semata mengajar tetapi memecahkan berbagai masalah pedagogik berbasis digital, metoda mengajar dan bagaimana mahasiswa menyusun kegiatan mengajar sebagaimana direncanakan. Hasilnya adalah mahasiswa dapat memecahkan permasalahan pendidikan dan pengajaran di sekolah yang menjadi sasaran program. Disamping itu juga kegiatan ini diharapkan menjadi solusi pembelajaran digital di tingkat Sekolah Dasar terutama respon dimasa Pandemi Covid-19 dan tantangan Global Competencies saat ini era Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0. Mahasiswa yang telah menyelesaikan program ini kelak akan di rekognisi dan di equivalensi kegiatannya setara 16 SKS dan mendapatkan pengalaman meningkatkan portofolio kemampuannya untuk SKPI (Sertifikat Kompetensi Pendamping Ijazah) atau bahkan Sertifikasi untuk Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) dari BNSP bergantung kepada perguruan tingginya. Bagi Prodi PWK Unpas sendiri, dimana Apriadi sebagai pembimbing merupakan hal yang membanggakan karena menjadi raw model dosen muda yang akan menjadi pelopor bagi pengembangan kurikulum dan pengembangan inovasi pembelajaran digital. Pengalaman ini tentunya sangat berharga bagi Apriadi dan mahasiswa yang dibimbingnya. Segenap Civitas Akademika Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota mengucapkan selamat atas terpilihnya Apriadi Budi Raharja, ST., M.Si sebagai pembimbing pada Program Kampus Mengajar (#adminpwk).

Desa Binaan Prodi PWK Unpas, Desa Panyocokan dan Desa Babakan

(Bandung, 17 Maret 2021) Program Abdimas (Pengabdian Kepada Masyarakat) yang dilaksanakan oleh Program Studi PWK Unpas tahun 2021 dilaksanakan di 2 lokasi yaitu Desa Panyocokan, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung Barat dan Desa Babakan Kecamatan Ciparay Kabupaten Bandung. Kedua lokasi merupakan Desa Binaan Fakultas Teknik Universitas Pasundan yang kegiatannya diisi oleh Program Studi PWK Unpas diantaranya. Abdimas ini merupakan hibah internal Fakultas Teknik yang diharapkan memacu adanya hilirisasi dari kegiatan penelitian yang berlanjut implementasinya di masyarakat dan memecahkan masalah-masalah yang ada dimasyarakat.

Kegiatan awal telah dilaksanakan pada Tanggal 10 Februar 2010 secara pararel dari Desa Babakan ke Desa Panyocokan untuk melaksanakan serangkaian kegiatan penyiapan dan survei awal kegiatan Abdimas. Kegiatan yang diaksanakan meliputi 4 tema yakni di Desa Panyocokan, Kecamatan Ciwidey 2 jtema terkait Sign Kebencanaan Desa dan jalur evakuasi multi bencana dan Penyusunan Data Base Tata Ruang Perdesaan. Untuk di Desa Babakan Kecmatan Ciparay 2 tema terkait Pemanfaatan sampah organik dan Pengembangan Pariwisata Desa. Pada kunjungan awal ini, Para Pelaksana Abdimas Prodi PWK disambut dengan baik dan mendapatkan kesempatan untuk survei ditemani oleh sejumlah perangkat Desa. Hal senada juga dijumpai di Desa Babakan Kecamatan Ciparay mendapatkan banyak kemudahan dan memang sangat diperlukan, bermanfaat bagi desanya.

Sementara itu kunjungan ke dua pada implementasi Abdimas, dilakukan dengan Simulasi, Pelatihan dan Pendampingan dilaksanakan pada Tanggal 17 Maret 2021 diantaranya dilakukan secara terpisah di Desa Babakan dan Desa Panyocokan. Sulitnya kunjungan ini sangat dirasakan karena kekhawatiran pelaksanaan Abdimas di masa Pandemi Covid-19. Program Studi memberikan batasan maksimal 5 orang peserta kegiatan dilakukan di dalam dan di luar ruangan dan tidak lebih dari 2 jam. Dosen pelaksana juga menyiapkan segala kelengkapan protokol kesehatan dalam pelaksanaan kunjungan ke desa seperti masker, hand sanitizer sabun pencuci tangan.

Dukungan apresiatif ditunjukan oleh peserta dari Desa Babakan yang pada umumnya adalah kepala dusun dan penggerak organisasi kepemudaan. Dalam menerima kegiatan pelatihan dan pendampingan pemanfaatan sampah organik, yang menolah sampah organik untuk dijadikan pupuk briket dan pupuk organik kemasan. Mereka sangat antusias karena dapat diimplementasikan untuk pemecahan masalah sampah saat ini di dusunnya. Kondisi saat ini di TPS sampah hanya dipilah dan dipisahkan dari yang bernilai seperti bahan plastik, logam dan kertas untuk dijual. Semantara yang organik hanya di open dumping dibiarkab membusuk tanpa dimanfaatkan lagi. Dengan pelatihan ini mereka mengaku dapat aplikasikan mengolahnya menjadi pupuk organik dan dapat mengatasi volume sampah di TPS Desa Babakan. Pupuk ini dapat dimanfaatkan oleh para petani karena mayoritas penduduk Desa Babakan adalah petani sehingga masyarakat bisa membuat sendiri pupuknya, sebagaimana dirilis di website resmi Desa Babakan.

Baca : Pelatihan pembuatan pupuk bokashi padat bersama dosen unpas

Dalam kegiatan ini juga terdapat kegiatan lain dalam sewaktu yang dilaksanakan di Desa Babakan yaitu kegiatan FGD untuk kegiatan pariwisata daerah yang dilaksanakan oleh dosen PWK yaitu Apriadi Budi Raharja, ST., MT. Selain juga sebagian besar penduduknya bermata pencaharian bertani, morfologi pegunungan Desa Babakan juga memiliki daya tarik wisata outbond berupa sungai yang mengalir sepanjang tahun dan air terjun. beberapa spot dari pariwisata desa juga akan dikembangkan diantaranya adalah ethnografi desa menikmati alam dan pertanian selain juga berbentuk kuliner dalam paket wisata yang akan dikembangkan. Sekretaris prodi PWK Unpas Furi Sari Nurwlunadari, ST., MT juga menyambut baik kegiatan ini, selain juga Abdimas di Desa Babakan, Desa Panyocokan juga memiliki daya tarik dan keunikan lain yang disisi dengan mitigasi bencana dan data base tata ruang perdesaan. Furi mengatakan, “Selain Desa Babakan sebagai Desa Binaan Abdimas Prodi PWK Unpas Desa Panyocokan banyak industri kreatif seperti produksi golok , handy craft, makanan ringan yang juga peluang untuk dikelola didekatkan dengan pasar digital atau edu-tourism “. sambungnya lagi “tentu bukan hanya dapat di lakukan untuk Adimas Dosen saja, tetapi mahasiswa juga untuk kegiatan APL (Aksi Peduli Lingkungan), PKM mahasiswa. Program yang akan datang akan dilaksanakan spot untuk mahasiswa belajar di luar prodi, yakni kegiatan Merdeka Belajar-Kampus Merdeka termasuk Program PH2D, dan Program Membangun Desa”. Kegiatan ini tentunya akan meningkatkan kinerja Program Studi PWK Unpas, harapan dan rencana yang disusun kegiatan ini dan masa yang akan datang tentu tantangan yang tidak mudah, sehinggap perlu dimualai dari program kecil yang terus meningkat secara berjenjang (#Adminpwk).