The ASEAN University Network – Quality Assurance (AUN-QA) Training 2019

Bandung, info-pwk. ASEAN University Network (AUN) adalah organisasi otonom, didirikan di bawah payung ASEAN dan mandat Menteri yang bertanggung jawab untuk pendidikan tinggi di negara-negara ASEAN. Tujuan utama dari AUN adalah untuk memperkuat jaringan kerja sama yang ada di antara universitas-universitas terkemuka di ASEAN dengan mengembangkan sumber daya manusia akademik dan profesional serta mempromosikan penyebaran informasi di antara komunitas akademik ASEAN dalam bentuk Jaringan Tematik.

Dalam penyelenggaraan ASEAN University Network – Quality Assurance (AUN-QA) yang digelar di Bangkok Thailand pada Tanggal 20-23 Agustus 2019, Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota Unpas turut serta yang diwakili oleh Ketua Prodi yaitu Ir. Reza M. Surdia. MT. Dalam acara yang digelar selama 3 hari itu mengetengahkan pentingnya quqlity Assurance dalam penyelenggaraan program studi, fakultas dan universitas agar mendapat kepercayaan mahasiswa, pengguna dan masyarakat baik lokal maupun global. Selain itu dalam materi yang disampaikan oleh AUN sendiri mengetengahkan cara assessment dalam business process program studi.

PWK unpas sendiri tentu bukan tanpa tujuan untuk mengikuti training ini, selain meningkatkan keterampilan mengelola prodi juga meningkatkan jejaring antar perguruan tinggi di ASEAN. Ketua Prodi PWK sendiri Bapak Ir. Reza M. Surdia. MT. mengatakan “sudah saatnya PWK unpas membuka lebar jendela lokal untuk meningkatkan jejaring dengan perguruan tinggi yang ada di ASEAN, bahkan meningkatkan pengakuan dari universitas penyelenggara sekolah perencanaan wilyah dan Kota di tingkat ASEAN”. ia juga menambahkan bahwa jejaring antar universitas harus berorientasi pada modal sosial yang dapat meningkatkan akademik, kemahasiswaan dan manajemen pendidikan tinggi (Red).

Foro bersama dengan para peserta usai mendapatkan sertifikat training, Ir Reza Martani Surdia berada di kanan belakang No 2 dari kanan.
Ir. Reza Martani Surdia, MT (kanan) bersama Instruktur AUN-QA di Venue
Berfoto bersama dengan trainer dan official AUN-QA yang digelar di Bangkok Tanggal 20-23 Agustus 2019

Prof. Deden Rukmana, Ph.D berkunjung ke PWK Unpas

Bandung, info-pwk.  Tanggal 28 oktober 2019 bertepatan dengan hari sumpah pemuda Prof. Deden Rukmana, Ph.D berkunjung ke Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Pasundan. Disela-sela kesibukannya berkarir dan menjadi profesor di Savanah State University beliau melakukan kunjungan kerja ke kementerian Pendidikan RI menyempatkan diri untuk membina, berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam mengelola program studi sekaligus memberi pandangan kurikulum di masa yang akan datang dalam bidang perencanaan wilayah dan kota.

Dalam perbincangan tidak formal dengan dosen-dosen  PWK Unpas beliau mengutarakan akan membantu Program Studi PWK Unpas terutama dalam mewujudkan vis dan misi Program studi Perencanaan Wilayah dan Kota. Beberapa dosen muda disarankan dapat melanjutkan jenjang pendidikan Ph.D di Amerika Serikat dimana beliau bekerja dan jejaring planning school yang ada disana. Beliau menyampaikan bahwa komitmen dalam membangun Program Studi sangat diperlukan, bagian dari komitmen tersebut perlu diwujudkan dari dosen-dosennya menjaga kualitas diri dan latar pendidikan yang baik.

Kiri Ke Kanan : Ir. Zulphiniar Proyandoko, MT.; Prof. Deden Rukmana, Ph.D.; Ir. Jajan Rohjan, MT.; Dr. Ir. Budi H. Pirngadi, MT.; Apriadi B. Raharja, ST., M.Si.; Furi Sari Nurwulandari, ST., MT. (Sekretaris Prodi); Gerry A. Rismana, ST., MT.

Program Studi PWK unpas harus berkembang dan maju seiring dengan kemajuan pengetahuan dan teknologi agar dapat membangun bangsa dan negara. Kedatangan beliau ke unpas bukan tanpa alasan, di unpas sendiri banyak kolega-koleganya beliau yang juga berkarir sama sebagai dosen. wujud kepeduliannya terhadap koleganya adalah bentuk pengakuan dan penghargaannya ingin memajukan pendidikan tinggi di Indonesia, tidak terkecuali Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Pasundan. (red)

 

 

22-23 August 2019 – 15th APSA Congress 2019 “Livable Cities and Innovation”

Bandung, info-pwk. Kegiatan kongres Asian Planning School Associated ke 15 tahun 2014 yang diselenggarakan Tanggal 22-23 Agustus 2019 ini diisi dengan kegiatan seminar yang diikuti 20 peserta dari 8 sekolah perencanaan. Kongres dihadiri oleh  keynotes dari Sangchuel Choe, Profesor Emeritus GSES SNU, dan Assoc. Prof. Jian Liu sebagai Presiden APSA. Kongres dihadiri sekitar 200 peserta dan membahas 6 sub tema yaitu pembuatan kota yang layak huni, transportasi inklusif, infrastruktur hijau dan kota tangguh, analisis perkotaan, keadilan dan perencanaan tata ruang, energi dan masalah lingkungan di kota-kota Asia (lansir berita ASPI http://aspi.or.id/?p=521)

Dalam acara  seminar internasional tersebut dihadiri oleh Ibu Ir. Zulphiniar Priyandoko, MT sebagai dosen Perencanaan Wilayah dan Kota dan  juga sebagai mahasiswa Program Doktor PWK-SAPPK ITB.

surat undangan mengikuti kegiatan APSA 2019 di Seoul dan kegiatan yang dilakukan di acara, Ibu Ir. Zulphiniar, MT berada pada gambar sebelah kanan (red).

Suasana Pembukaan APSA ke 19 dibuka oleh Ketua APSA
Ibu Ir. Zulphiniar Priyandoko, MT bersama dengan para peserta Conference
Ibu Ir. Zulphiniar Priyandoko, MT sedang oral presentation artikelnya didepan peserta
Foto Bersama dengan Ketua Program Studi S2 dan S3 PWK SAPPK ITB Bapak Ibnu Syabri, B.SC., M.Sc., Ph.D.
Swafoto di depan Venue Internationa Congress of Asian Planning Schools Association, di Seoul, Korea Selatan.

 

2019 Summer CBNU-UNPAS Joint Volunteer Services

Bandung, info-pwk. Student Exchange yang dilakukan antara Universitas Pasundan Bandung dan Chonbuk National University (CBNU) Korea Selatan. Dari 9 peserta yang dipilih oleh Universitas Pasindan dari Fakultas Teknik yang terpilih diwakili oleh dua orang mahasiswa Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota yaitu Fania Dewita Putri  NPM 173060003 dan Febia Nur Azizah NPM 163060026. Mahasiswa berangkat tidak hanya dalam rangka studi banding dan kegiatan social tetapi lebih dari itu adalah implementasi kerjasama e-learning antara Universitas Pasundan Bandung dan Chonbuk National University (CBNU) Korea Selatan.

Dalam kegiatan yang diselenggarakan selama 15 hari pada tanggal 29 Juni hingga 13 Juli 2019 kegiatan diantaranya mahasiswa diterima oleh pihak  Chonbuk National University (CBNU) dengan baik. Kegiatan yang dilakukan di universitas itu sendiri meliputi mengikuti kuliah e-larning terhubung dengan para mahasiswa di Kampus Tamansari. Selain itu juga mengunjungi beberapa fasilitas yang dimiliki oleh CBNU dan diadakan kuliah terbatas. Bagi Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota sendiri sangat menunjang bagi kerjasama selanjutnya karena di Colleges of Engineering CBNU terdapat Department of Urban Engineering, dan Department of Social Infrastructure yang dapat bekerjasama dalam bidang Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Kegiatan juga dilanjutkan dengan mentoring budaya dan bahasa dan pertunjukan budaya Indonesia-Korea, labor work dan relief work. Pada relief work peserta membantu membuat kue dan makanan yang kemudian dibagikan kepada masyarakat miskin di Korea, disability, para orang tua dan masyarakat yang tidak memiliki tempat tinggal.

Feby mengatakan bahwa “kalau di foto ada tulisan pertukaran pelajarnya, tapi menurut saya lebih seperti study banding ke universitas chonbuk dan kegiatan voluntir di korea (kegiatan sosial). Kalau study bandingnya itu kita mengunjungi kampus chonbuk, melihat fasilitas perkuliahan disana, lalu ada semacam seminar tertutup yang kami ikuti, pembawa materinya dari professor kampus disana”. Terkait dengan keterlibatan dengan kegiatan budaya di Korea  lanjutnya “Disana ada semacam tradisi membungkus pohon setiap akan musim salju, jadi kami jg dilibatkan bagaimana membuat kain penutup tersebut sampai proses pencucian dan pengeringannya”.

Kegiatan ini meskipun terprogram 2 tahun sekali dari Universias dharapkan juga dapat melakukan student exchange yang terkait dengan tema-tema tertentu, akademik transfer, studio bersama dan sebagainya termasuk publikasi ilmiah dan menghasilkan produk yang dapat bermanfaat bagi masyarakat khususnya manfaat akademik dibidang perencanan wilayah dan kota.  Berikut adalah dokumentasi dari Febia dan Fania dalam kegiatan Student Exchange yang dilakukan antara Universitas Pasundan Bandung dan Chonbuk National University (CBNU) Korea Selatan.

Students Exchange Program betwen Pasundan University, Bandung, Indonesia and Genki Gakuen, Shizouka, Japan on September 2014

Bandung, Info-pwk. Program pertukaran mahasiswa yang digelar pada Tanggal 30 September sampai dengan 10 Oktober 2014 merupakan program pertukaran pelajar yang dilakukan atas kerjasama Universitas Pasundan dengan Genki Gakuen, Shizouka. Dari 16 mahasiswa Universitas Pasundan yang turut dalam kegiatan ini, dua diantaranya adalah mahasiswa Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota.

Mahasiswa Perencanaan Wilayah dan Kota yang ikut serta dalam kegiatan itu adalah Billy Salim Sudiro (NPM : 123060025 ) dan Muhamad Farhan Hady (NPM : 123060012 ).  Keduanya merasa senang dan bangga memperkenalkan Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Pasundan, serta Budaya Jawa Barat kepada universitas yang ada di Jepang.

Selama 8 hari kegiatan di Jepang mereka mendapatkan pengetahuan-pengetahuan baru dan juga menampilkan performa kepasundanan. Bagi Billy dan Farhan (sapaan mereka) ini dapat menjadi ajang melihat karakteristik kota Shuzouka dan Kota lainnya di jepang yang merupakan bagian dari pengamatan dan membandingkan perencanaan antar kota dan wilayah negara lain. selama di Jepang mereka memiliki jadwal yang harus diikuti yang disiapkan oleh Genki Gakuen yaitu peserta di ajak mengunjungi universitas-universitas mitra Genki Gakuen, Industri, dan komunitas-komunitas budaya di Jepang.

Prodi PWK Fakultas Teknik Unpas Ingin Unggul dan Mendunia

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM — Menjadi penyelenggara pendidikan tinggi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) yang terkemuka pada tingkat nasional, berwawasan global dan unggul yang mengusung nilai kesundaan dan keislaman di tahun 2021 adalah visi dari prodi Perencanaan Wilayah dan Kota Fakultas Teknik Unpas (PWK Unpas).

Sekertaris Prodi Perencanaan Wilayah dan Kota, Furi Sari Nurwulandari ST. MT mengatakan beberapa hal yang dilakukan oleh prodi untuk meningkatkan kualitas mahasiswanya.

“Seperti menyelenggarakan pendidikan tinggi Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota yang berkualitas dalam melaksanakan tridarma perguruan tinggi dalam bidang perencanaan dan manajemen kota, wilayah, transportasi dan infrastruktur dengan mengusung nilai kesundaan dan keislaman,” ujarnya kepada Pasjabar, belum lama ini.

“Kami berupaya menyelenggarakan pendidikan tinggi serta menciptakan sistem pengajaran yang dapat membangun karakter lulusan yang berwawasan global dan berdaya saing tinggi,” jelasnya.

Disamping itu juga menyelenggarakan penelitian dan pemberdayaan pada masyarakat yang memiliki nilai manfaat bagi masyarakat, mewujudkan sistem tata pamong yang efisien dan terintegrasi dan menjaga dan memelihara budaya sunda dan keislaman.

“Kami banyak melaksanakan  pengajaran di kelas maupun di luar kelas, kerena memang program studi wilayah Kota sangat erat dengan eksperimen dan simulasi perencanaan baik untuk kota maupun kabupaten,” terangnya.

Furi menambahkan bahwa ada banyak hal yang dipelajari oleh mahasiswa PWK mulai dari demografisnya, sosial ekonomi, aspek tata lahan, infrastruktur dan transportasi  serta aspek fisik ruang.

“Kami juga kerap melaksanakan Penelitian yang bekerjasama dengan berbagai pihak, seperti mengikuti jurnal nasional dan internasional bahkan sudah banyak yang mengikuti konferensi ditingkat internasional,” ulasnya.

Adapun pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan oleh dosen dan mahasiswa lewat berbagai kegiatan seperti  aksi peduli lingkungan diantaranya  membangun sumur-sumur tanah diperkotaan untuk mengurangi potensi kekeringan, mengembangkan lahan publik agar lebih produktif, seperti toga dan akua kultur atau penanaman ikan di taman-taman RW.

“Kami berupaya menghasilkan lulusan yang dibutuhkan oleh pasar sesuai dengan perkembangan dan peluang. Tidak hanya menjadi lulusan yang pintar dalam merencanakan tatanan di awal saja, tapi bagaimana membuat rencana ruang yang berkelanjutan dengan sumber daya yang ada,” jelasnya.

Furi melanjutkan bahwa  kekhasan dalam prodi Perencanaan Kewilayahan dan Kota adalah dalam pendekatan akademis, tidak hanya fokus dalam teori tapi juga praktis, mahasiswa disiapkan menjadi profesional. Berkapasitas dalam merencanakan, proses pengelolaan atau managemen, baik di urban maupun regional.

“Dalam konteks pembangunan suatu wilayah, posisi teratas leadingnya adalah ahli perencanaan wilayah dan kota yang disupervisi oleh arsitek dan pembangunannya oleh infrasturktur yang diwakili sipil dan ahli tata bangunan. Oleh karena itu penting membentuk pijakan- pijakan jiwa kewirausahaan guna menciptakan peluang-peluang yang terkait dengan suatu ruang, sehingga menghasilkan repsentasi technopreneurship,”  terangnya.

Saat ini prodi Perencanaan Wilayah dan Kota pun tengah mempersiapkan diri dalam memajukan kelembagaan agar mendapatkan akreditasi A untuk prodi.

“Kami berharap bahwa lulusan prodi PWK akan semakin kompetitif. Selain itu juga banyak regenerasi dosen muda untuk bisa memberikan faktor kemajuan prodi khususnya di aspek pengajaran yang disesuaikan dengan paradigman pengembangan saat ini yaitu revolusi 4.0 itu. Dan semakin  bermanfaat  lewat berbagai pengabdian dan kolaborasi dengan lembaga lainnya,” pungkasnya.(Tan)

Sumber : https://pasjabar.com/prodi-pwk-fakultas-teknik-unpas-ingin-unggul-dan-mendunia/

Unpas Raih Akreditasi A

BANDUNG, (PR).- Setelah berproses selama dua tahun, akhirnya Universitas Pasundan meraih Akreditasi Institusi Perguruan Tingi (AIPT) A.
Rektor Unpas Eddy Jusuf mengatakan, persiapan selama dua tahun akhirnya membuahkan hasil. Unpas menjadi perguruan tinggi swasta keempat di Jabar yang mendapat AIPT A.

“Kami perhatikan betul rekomendasi asesor supaya lebih hebat lagi. Terima kasih kepada para orangtua yang mempercayakan pendidikan anak-anaknya kepada kami,” kata Eddy di sela-sela Dies Natalis ke-58 Unpas di Taman Lalu Lintas, Sabtu, 29 Desember 2018.
Ia menjelaskan, selama persiapan ini Unpas membentuk tim yang beranggotakan tujuh orang ditambah satu koordinator. Setiap anggota bertanggung jawab menyiapkan standar untuk meraih AIPT A. Tim ini akan dipermanenkan. Tugasnya memonitor dan mengevaluasi akreditasi sampai ke tingkat program studi.
Dari 25 prodi yang ada, 18 prodi telah mendapat akreditasi A. “Targetnya A semua selama empat tahun ke depan,” ujar Eddy.

Ia menambahkan, pada 2021 nanti Unpas bersiap menjadi komunitas akademik internasional. Unpas akan memfasilitasi pembelajaran jarak jauh yang bisa diikuti mahasiswa dari luar negeri.
“Unpas menyiapkan infrastruktur, studi rekaman, dan IT nya. Begitu 2021 sudah siap menjadi komunitas akademik internasional,” tuturnya.

Ketua Umum Paguyuban Pasundan Didi Turmudzi merasa bangga dengan pencapaian Unpas ini. Ia berharap prestasi ini bisa diikuti oleh perguruan tinggi lain yang diasuh oleh Paguyuban Pasundan. “Kalau Unpas bisa, yang lain harus bisa,” katanya.

Pencapaian ini, kata Didi, menjadi modal yang baik untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat. Selanjutnya Unpas harus terus meningkatkan sumber daya manusianya.
“Jangan terlena. Ke depan ber asis digit, tuntutan akreditas pula perlu penyiapan kurikulum,” ujarnya.***

Banjir

Penataan ruang seharusnya menjadi acuan utama dalam pengendalian segala kegiatan yang memanfaatkan ruang, agar dampak negatif yang ditimbulkan akibat eksploitasi pemanfaatan ruang yang berlebihan dapat diantisipasi.

Tata Ruang Air Sebagai Acuan Pengendalian Air

Tata ruang air adalah bagaimana menata ruang daratan dengan memberikan tempat yang semestinya bagi air untuk dapat masuk secara maksimal ke dalam tanah melalui proses infiltration. Dengan demikian kapasitas run off air menjadi minimal. Untuk mencapai hal ini maka bidang resapan air baik di hulu dan hilir harus memadai. Bidang resapan air di bagian hulu yang paling baik adalah apabila fungsi kawasan hutan dapat maksimal. Artinya, luas kawasan hutan yang ada harus dapat menampung sebesar-besarnya jumlah hujan yang turun. Sedangkan di bagian hilir, cara yang banyak dilakukan adalah dengan memaksimalkan luas dan fungsi hutan kota, ruang terbuka hijau publik maupun perorangan serta bidang resapan lainnya.

Hal lain yang mendasar harus dipertimbangkan dalam tata ruang air adalah dengan memahami bahwa air selalu mengalir ke tempat yang lebih rendah dan air membutuhkan jalan (saluran) baik sistem alami (sungai, anak sungai) maupun saluran buatan (saluran drainase). Saluran-saluran tersebut harus dapat dilalui air dengan kapasitas maksimal sepanjang tahun.

Pada akhirnya air akan bermuara ke laut. Sebelum mencapai laut air akan melewati pesisir pantai. Di beberapa tempat alam telah menyediakan tempat parkir air berupa rawa-rawa dan kawasan hutan bakau. Kontribusi curah hujan yang tinggi di musim penghujan dan tingginya perubahan tataguna lahan termasuk di wilayah hulu sungai merupakan penyebab utama terjadinya banjir. Hal ini, tidak hanya berpengaruh pada saat debit tinggi atau kondisi banjir, tetapi memberikan kontribusi yang cukup signifikan pada saat debit rendah atau bahkan kekeringan.

Faktor penyebab kekeringan sama persis seperti faktor penyebab banjir, keduanya berperilaku linier dependent, yakni semua faktor yang menyebabkan kekeringan akan bergulir mendorong terjadinya banjir. Semakin parah kekeringan yang terjadi, semakin besar pula banjir yang akan menyusul dan sebaliknya. Adanya perubahan kawasan hutan yang sebelumnya merupakan daerah resapan air menjadi lahan pertanian, permukiman, industri dan pertambangan bahkan menjadi hutan yang gundul membuat air hujan yang jatuh langsung melimpas ke sungai, bukan masuk ke dalam tanah. Berkurangnya daerah resapan air, mengakibatkan saat musim kemarau aliran air ke dalam tanah menjadi berkurang.

Penataan Ruang dan Manajemen Infrastruktur

Dalam Penanganan Banjir

Bencana banjir yang terjadi belakangan ini lebih disebabkan adanya eksploitasi tata ruang (lahan) secara berlebihan. Tata ruang sendiri sebenarnya telah diatur mulai dari perencanaan, pemanfaatan, dan pengendaliannya di dalam Undang-Undang (UU) Penataan Ruang No. 26 tahun 2007, sebagai penyempurnaan dari UU sebelumnya No. 24 tahun 1992. Namun kondisi saat ini bahwa prinsip-prinsip penataan ruang masih belum dilaksanakan secara optimal. Hal ini dapat dilihat dari masih banyaknya proses pembangunan yang melanggar ketentuan di dalam Rencana Tata Ruang Wilayah, namun tidak ada sanksi yang tegas bagi setiap pelanggaran tersebut.

Kaidah-kaidah utama dalam UU Penataan Ruang yang mengedepankan keseimbangan antara kawasan budidaya dan kawasan lindung dilanggar, padahal alam memiliki kapasitas daya dukung tertentu. Situ-situ di kawasan perkotaan yang secara alami terbentuk sebagai tempat parkir air di kala musim hujan tiba diklaim sebagai daratan yang bisa dibudidayakan dengan memanfaatkan teknologi. Sungai-sungai dialihkan alirannya dan bahkan banyak yang ditutup untuk dibangun kawasan budidaya. Beberapa atau bahkan sebagian besar fungsi Ruang Terbuka Hijau (RTH) sebagai daerah resapan air dirasakan tidak memberikan keuntungan secara ekonomi. Hal itu diperburuk dengan “semangat” pemerintah daerah dalam mengejar pendapatan daerah. Maka yang terjadi adalah perubahan fungsi besar-besaran terhadap fungsi-fungsi resapan yang sangat dibutuhkan untuk menjaga keseimbangan alam menjadi fungsi-fungsi budidaya yang sangat tidak ramah lingkungan.

Sebagai contoh kasus, berdasarkan data Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jakarta, pada tahun 1985 Jakarta masih memiliki RTH seluas 28,76% dari luas wilayah Ibu Kota. Sepuluh tahun kemudian (1995), luas RTH itu susut menjadi 24,88%. Memasuki tahun 2000 dan sesudahnya, RTH Jakarta tinggal 9,3%, jauh di bawah kondisi ideal menurut UU Penataan Ruang bahwa luas RTH minimum adalah 30%. Bahkan, di Jakarta sekarang, kantong-kantong air atau kawasan air, situ, danau, dan rawa hanya tinggal 2,96% saja, padahal kondisi idealnya adalah harus di atas 20%. Data ini merepresentasikan bagaimana terjadinya degradasi kawasan RTH dan resapan air di kota-kota besar. (www.faisalbasri.com)

Saat ini tindakan yang perlu segera dilakukan adalah mengembalikan fungsi kawasan-kawasan ke fungsi awalnya yang lebih ramah lingkungan berdasar atas UU Penataan Ruang. Memang bukan perkara sederhana untuk mengubah kembali fungsi budidaya yang sudah terbentuk untuk dikembalikan menjadi fungsi-fungsi yang ramah lingkungan yang notabene akan mengorbankan kepentingan ekonomi. Namun apalah artinya kesejahteraan ekonomi yang tinggi jika sewaktu-waktu bisa musnah dalam sekejap akibat bencana banjir, belum lagi perasaan was-was setiap kali musim hujan datang akan diikuti oleh banjir yang melanda.

Bagaimana kita harus menyikapi ?

Pemahaman terhadap penataan ruang selama ini lebih banyak berorientasi pada bagaimana tata guna lahan serta struktur ruang di daratan. Namun pengembangan tata ruang di daratan sangatlah berdampak terhadap siklus air, yang merupakan penentu keseimbangan air di bumi ini, yaitu antara air hujan, air permukaan dan air tanah. Kita harus bisa menciptakan keseimbangan dalam arti bahwa air berjumlah cukup di musim kemarau dengan kualitas yang baik dan tidak menimbulkan banjir di musim hujan, sehingga dapat memberikan manfaat dan menjamin kelangsungan hidup manusia.

Kebijakan penataan ruang idealnya dilakukan dengan memadukan dan menyerasikan kebijakan tata guna tanah, air, dan sumberdaya alam lainnya. Semua unsur itu saling berkaitan dan saling mempengaruhi sehingga harus dipadukan dalam satu kesatuan tata lingkungan yang harmonis, dinamis serta ditunjang oleh pengelolaan perkembangan kependudukan yang serasi.

Dalam mengatasi masalah banjir, paradigma penanganan banjir yang telah ada selama ini perlu sedikit digeser dan lebih diarahkan ke tindakan pencegahan. UU Penataan Ruang mutlak perlu disosialisasikan dengan substansi materi UU Penataan. Ruang yang lebih menonjolkan tata kelola air sebagai bagian utama dari penyelenggaraan penataan ruang. Hal ini dapat dijadikan pedoman dalam pengendalian pemanfaatan ruang sehingga dapat meminimasi dan mengeliminir terjadinya banjir akibat pembangunan yang kurang berwawasan lingkungan. ( PUSTRA/ BPI/ Mei/ 2008 )

http://www.pu.go.id