Desa Binaan Prodi PWK Unpas, Desa Panyocokan dan Desa Babakan

(Bandung, 17 Maret 2021) Program Abdimas (Pengabdian Kepada Masyarakat) yang dilaksanakan oleh Program Studi PWK Unpas tahun 2021 dilaksanakan di 2 lokasi yaitu Desa Panyocokan, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung Barat dan Desa Babakan Kecamatan Ciparay Kabupaten Bandung. Kedua lokasi merupakan Desa Binaan Fakultas Teknik Universitas Pasundan yang kegiatannya diisi oleh Program Studi PWK Unpas diantaranya. Abdimas ini merupakan hibah internal Fakultas Teknik yang diharapkan memacu adanya hilirisasi dari kegiatan penelitian yang berlanjut implementasinya di masyarakat dan memecahkan masalah-masalah yang ada dimasyarakat.

Kegiatan awal telah dilaksanakan pada Tanggal 10 Februar 2010 secara pararel dari Desa Babakan ke Desa Panyocokan untuk melaksanakan serangkaian kegiatan penyiapan dan survei awal kegiatan Abdimas. Kegiatan yang diaksanakan meliputi 4 tema yakni di Desa Panyocokan, Kecamatan Ciwidey 2 jtema terkait Sign Kebencanaan Desa dan jalur evakuasi multi bencana dan Penyusunan Data Base Tata Ruang Perdesaan. Untuk di Desa Babakan Kecmatan Ciparay 2 tema terkait Pemanfaatan sampah organik dan Pengembangan Pariwisata Desa. Pada kunjungan awal ini, Para Pelaksana Abdimas Prodi PWK disambut dengan baik dan mendapatkan kesempatan untuk survei ditemani oleh sejumlah perangkat Desa. Hal senada juga dijumpai di Desa Babakan Kecamatan Ciparay mendapatkan banyak kemudahan dan memang sangat diperlukan, bermanfaat bagi desanya.

Sementara itu kunjungan ke dua pada implementasi Abdimas, dilakukan dengan Simulasi, Pelatihan dan Pendampingan dilaksanakan pada Tanggal 17 Maret 2021 diantaranya dilakukan secara terpisah di Desa Babakan dan Desa Panyocokan. Sulitnya kunjungan ini sangat dirasakan karena kekhawatiran pelaksanaan Abdimas di masa Pandemi Covid-19. Program Studi memberikan batasan maksimal 5 orang peserta kegiatan dilakukan di dalam dan di luar ruangan dan tidak lebih dari 2 jam. Dosen pelaksana juga menyiapkan segala kelengkapan protokol kesehatan dalam pelaksanaan kunjungan ke desa seperti masker, hand sanitizer sabun pencuci tangan.

Dukungan apresiatif ditunjukan oleh peserta dari Desa Babakan yang pada umumnya adalah kepala dusun dan penggerak organisasi kepemudaan. Dalam menerima kegiatan pelatihan dan pendampingan pemanfaatan sampah organik, yang menolah sampah organik untuk dijadikan pupuk briket dan pupuk organik kemasan. Mereka sangat antusias karena dapat diimplementasikan untuk pemecahan masalah sampah saat ini di dusunnya. Kondisi saat ini di TPS sampah hanya dipilah dan dipisahkan dari yang bernilai seperti bahan plastik, logam dan kertas untuk dijual. Semantara yang organik hanya di open dumping dibiarkab membusuk tanpa dimanfaatkan lagi. Dengan pelatihan ini mereka mengaku dapat aplikasikan mengolahnya menjadi pupuk organik dan dapat mengatasi volume sampah di TPS Desa Babakan. Pupuk ini dapat dimanfaatkan oleh para petani karena mayoritas penduduk Desa Babakan adalah petani sehingga masyarakat bisa membuat sendiri pupuknya, sebagaimana dirilis di website resmi Desa Babakan.

Baca : Pelatihan pembuatan pupuk bokashi padat bersama dosen unpas

Dalam kegiatan ini juga terdapat kegiatan lain dalam sewaktu yang dilaksanakan di Desa Babakan yaitu kegiatan FGD untuk kegiatan pariwisata daerah yang dilaksanakan oleh dosen PWK yaitu Apriadi Budi Raharja, ST., MT. Selain juga sebagian besar penduduknya bermata pencaharian bertani, morfologi pegunungan Desa Babakan juga memiliki daya tarik wisata outbond berupa sungai yang mengalir sepanjang tahun dan air terjun. beberapa spot dari pariwisata desa juga akan dikembangkan diantaranya adalah ethnografi desa menikmati alam dan pertanian selain juga berbentuk kuliner dalam paket wisata yang akan dikembangkan. Sekretaris prodi PWK Unpas Furi Sari Nurwlunadari, ST., MT juga menyambut baik kegiatan ini, selain juga Abdimas di Desa Babakan, Desa Panyocokan juga memiliki daya tarik dan keunikan lain yang disisi dengan mitigasi bencana dan data base tata ruang perdesaan. Furi mengatakan, “Selain Desa Babakan sebagai Desa Binaan Abdimas Prodi PWK Unpas Desa Panyocokan banyak industri kreatif seperti produksi golok , handy craft, makanan ringan yang juga peluang untuk dikelola didekatkan dengan pasar digital atau edu-tourism “. sambungnya lagi “tentu bukan hanya dapat di lakukan untuk Adimas Dosen saja, tetapi mahasiswa juga untuk kegiatan APL (Aksi Peduli Lingkungan), PKM mahasiswa. Program yang akan datang akan dilaksanakan spot untuk mahasiswa belajar di luar prodi, yakni kegiatan Merdeka Belajar-Kampus Merdeka termasuk Program PH2D, dan Program Membangun Desa”. Kegiatan ini tentunya akan meningkatkan kinerja Program Studi PWK Unpas, harapan dan rencana yang disusun kegiatan ini dan masa yang akan datang tentu tantangan yang tidak mudah, sehinggap perlu dimualai dari program kecil yang terus meningkat secara berjenjang (#Adminpwk).

Leave a Reply

Your email address will not be published.